Jumat, 11 Maret 2011

Talk Show PKBL 2011

Majalah mingguan Gatra bekerjasama dengan Mediatama Binarekeasi menyelenggarakan Talk Show PKBL 2011 di Hall B Jakarta Convention Center pada 16-17 Maret 2011. Penyelenggara memastikan, acara ini sangat menarik karena pada 16 Maret bertema "Binsis Rumahan Dengan Omzet Ratusan Juta Rupiah", dan pada 17 Maret bertema "Wanita Bisa Manjadi Pengusaha Success". Managing Director CoreAction Result Consulting Kevin Wu akan tampil pada 16 Maret senagai Motivator Entrepreneurship.

Read More.. Read more...

Selasa, 08 Maret 2011

CoreAction Kembali Training Karyawan PT. Djarum

PT. Djarum kembali memberi kepercayaan kepada CoreAction Result Consulting untuk memberikan pelatihan bagi karyawan-karyawannya. Kali ini pelatihan diberikan di Hotel Summer Hill, Bandung, Minggu (6/3/2011), untuk 48 karyawan level empat ke bawah atau para supervisor dan staf yang bertugas di kawasan Bandung dan sekitarnya.

“Pelatihan ini diberikan untuk meningkatkan performa mereka,” Arya Wirayodha Partawijaya, HRD Trainning PT. Djarum.

Berbeda dengan pelatihan sebelumnya, kali ini pelatihan yang diberikan lebih banyak berupa game-game dan simulasi agar para karyawan dua hari sebelumnya, yakni Jumat(4/3/2011) dan Sabtu (5/3/2011) menjalani rapat intern untuk mambahas finansial, tidak jenuh dan stress. Game-game dan simulasi tersebut di antaranya permainan kacang, matematika, kanji transfer, spider tunnel, trust fall, dan gincu mix. CoreAction mengemas pelatihan ini sebagai paket Peak Performance Team (PPT).

“Training ini asyik! Saya merasa plong!” ujar seorang peserta yang Nampak bersemangat setelah mengikuti permainan trust fall. “Saya ketagihan,” ujar seorang yang lain.

Kevin Wu Result Consultant sebagai pemandu training menjelaskan, sesuai permintaan PT. Djarum, training ini lebih ditujukan untuk membina kekompakan tim. “Karena itu lebih banyak game dan simulasi,” ujarnya.

Dalam permainan trust fall misalnya, sebuah kelompok yang dianalogikan sebagai sebuah tim, benar-benar harus kompak, satu kata, dan satu hati, karena jika individu-individu dalam kelompok ini ada satu saja yang ‘mbalelo’, maka tim ini akan menghadapi resiko yang lumayan besar. Pasalnya, permainan ini mengharuskan salah seorang anggota kelompok menjatuhkan diri dari ketinggian, sementara anggota kelompok yang lain harus menangkap tubuhnya. Jika salah satu anggota tim yang bertugas menangkap melakukan tugasnya dengan setengah hati sehingga rentangan tangannya yang digunakan untuk nenangkap, mengendur, maka mungkin sekali anggota tim yang menjatuhkan diri akan jatuh ke halaman hotel yang ditumbuhi rumput gajah Jepang.

Untuk permainan matematika, setiap individu dalam tim dituntut untuk teliti, cermat, dan membaca dulu perintah yang diterakan pada lembar soal, sebelum mengisi soal-soal di bawah perintah itu. Namun demikian hamper semua peserta, karena diberi waktu hanya 60 detik untuk mengerjakan soal, mereka mengerjakannya dengan terburu-buru tanpa membaca dulu perintahnya, sehingga semua jawaban yang diberikan, salah.

Dari semua permainan dan simulasi yang diberikan, para peserta menarik kesimpulan bahwa untuk memiliki tim yang solid yang mampu mencapai setiap target yang diberikan perusahaan, dibutuhkan kerja sama yang baik, komunikasi yang baik, mendahulukan kepentingan tim dibanding kepentingan pribadi, memahami dan menjalankan aturan secara benar, dan lain sebagainya.

“Saya puas pada materi yang diberikan, karena apa yang kita inginkan, kita dapatkan,” kata Arya Wirayodha Partawijaya.

Read More.. Read more...

Minggu, 06 Februari 2011

CoreAction Training Karyawan HRD PT. Telkom

PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk memberikan kepercayaan kepada CoreAction Result Consulting untuk memberikan training kepada 29 orang manajer dan staf di bagian Human Resources Development (HRD). Pelatihan diselenggarakan pada Selasa (1/2/2011) dan Rabu (2/2/2011) di Hotel Griya Astuti, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

“Pelatihan ini memberikan pencerahan yang selama ini terpendam,” tulis Budiharto, salah seorang karyawan PT. Telkom, pada kuesioner yang dibagikan seusai pelatihan.

CoreAction mengemas materi training dalam program Neo Peak Performance Camp (NPPC), salah satu program pelatihan unggulan CoreAction yang selalu diselenggarakan di luar kota. Selama training diberikan, dua trainer CoreAction yang memandu pelatihan ini, Kevin Wu dan Adi Putra Widjaya, membangun suasana yang komunikatif, interaktif, dan menyenangkan dengan cara menyelipkan guyonan-guyonan dan memberikan game-game untuk mensimulasikan maksud dari materi yang disampaikan.

Misalnya game berupa permainan golf. Melalui permainan ini, CoreAction memberitahu bahwa dalam melakukan sesuatu hendaknya setiap orang mengukur dulu tingkat kemampuannya, karena jika ambisi terlalu besar dibanding kemampuan, apa yang ingin dicapai sulit didapat. Juga, harus ada motivasi yang kuat, sehingga dalam mengejar apa yang diinginkan, menjadi bersemangat dan sungguh-sungguh.

Selain materi ini, karyawan PT. Telkom yang mengikuti training juga diingatkan tentang bakat yang diberikan Tuhan kepada manusia yang penting untuk dikembangkan agar dapat mencapai keberhasilan, baik bakat sebagai orang yang diberi kekuatan dalam hal pendengaran (auditory), penglihatan (visual), gerakan (kinestetik), penciuman (olfactory), ataupun pengecapan (gustatory). Banyak orang yang hidupnya tidak berhasil karena tidak menyadari atau bahkan mengabaikan anugerahnya ini, serta tidak mengembangkannya secara maksimal.

Para karyawan Telkom juga diingatkan kembali tentang pentingnya menggunakan dan mengucapkan kata-kata secara tepat dan benar, karena kata-kata yang keluar dari mulut seseorang pada akhirnya akan sangat mempengaruhi jalan kehidupannya.

Read More.. Read more...

Jumat, 28 Januari 2011

Mandiri Akan Jadi Bank Indonesia Pertama yang Go Internasional

Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT. Bank Mandiri Tbk menyetujui rencana penawaran umum terbatas atau rights issue perseroan sebesar Rp. 11,68 triliun. Dengan tambahan modal itu, Bank Mandiri akan menjadi satu-satunya bank berskala internasional di Indonesia.

"Bank Mandiri akan memenuhi status bank internasional dari sisi modal sesuai ketentuan Arsitektur Perbankan Indonesia (API)," kata Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini, di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, seperti dikutio dari VIVAnews, Sabtu (29/1/2011).

Dia mengatakan, tambahan dana tersebut juga dapat memenuhi pertumbuhan permodalan perseroan untuk mendukung ekspansi kredit rata-rata 20-22 persen per tahun hingga lima tahun ke depan.

Menurut dia, Mandiri menjadi bank bertaraf internasional karena telah memilki modal Rp. 50 triliun sesuai peraturan API. Rencana selanjutnya, setelah menjadi bank bertaraf internasional, Bank Mandiri akan membuka cabang di Shanghai, China.

Cabang di Shanghai ini diharapkan dibuka sebelum semester pertama 2011, dan saat ini sedang dalam persiapan teknis, management information system, hingga perekrutan. "Akhir Juni semoga sudah siap," kata Zulkifli.

Setelah Shanghai pada 2011, Bank Mandiri juga akan membuka kantor di Timur Tengah dan Korea guna mengembangkan jasa pengiriman uang (remittance) dari tenaga kerja Indonesia.

Per 30 September 2010, rasio kecukupan modal (CAR) Bank Mandiri mencapai 13,3 persen. CAR Bank Mandiri itu di atas ketentuan minimum Bank Indonesia sebesar delapan persen. "CAR untuk 2011 diperkirakan 15-16 persen," ujar dia.

Read More.. Read more...

QI Leadership Cerahkan 24 Manager Asahimas

Sebanyak 24 orang manajer di lingkungan PT. Asahimas Flat Glass, perusahaan kaca terbesar di Tanah Air, Rabu (15/12/2010), mendapat pencerahan dari CoreAction Result Consulting melalui pelatihan Quality Implementation (QI) Leadership. Pelatihan diberikan di gedung training perusahaan asal Jepang tersebut di Jl. Ancol Timur, Jakarta Utara.

Asisten Manager Training PT. Asahimas Flat Glass, Rudolf August Moal, menjelaskan, pihaknya mengundang CoreAction untuk memberikan pelatihan leadership bagi karyawan pada tingkatan middle manager tersebut, sebagai realisasi program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) perusahaan.

“Kami ingin semua karyawan pada tingkatan middle manager memiliki sifat kepemimpinan yang berkualitas dan bijak,” katanya.

Diakui, selama ini semua karyawan yang disertakan dalam pelatihan merupakan karyawan-karyawan dengan prestasi yang baik, namun PT. Asahimas memang tidak ingin cepat puas atas apa yang telah dicapai, sehingga dari waktu ke waktu perusahaan selalu menginginkan adanya continues improvement.

“Bila kita cepat puas, kita akan mengalami stagnasi. Itu yang tidak kami inginkan,” imbuhnya.

Pelatihan QI Leadersehip dipandu oleh managing director CoreAction Result Consulting yang juga merupakan salah seorang trainer muda Indonesia, Kevin Wu, pada pukul 09.10 hingga pukul 17.00. Selama pelatihan, karyawan perusahaan yang menguasai 60% pangsa pasar kaca di Indonesia tersebut diberi masukan-masukan tentang bagaimana caranya menjadi pemimpin yang baik dan mampu menggerakkan timnya secara maksimal guna mencapai setiap target yang ditetapkan perusahaan. Kevin bahkan memberitahu apa saja yang menyebabkan karyawan mengalami demotivasi dan disengaged (tidak merasa memiliki perusahaan tempatnya bekerja), serta memberi tahu cara mendapatkan hasil yang maksimal dari apapun yang para peserta lakukan.

Usai pelatihan, Imam, salah seorang peserta pelatihan, mengatakan, apa yang mereka dapatkan dari pelatihan ini benar-benar sangat bermanfaat dan membuatnya semakin mengerti bagaimana seharusnya menjadi pemimpin.

“Saya bahkan ingin kalau nanti pelatihan seperti ini diadakan lagi, waktunya ditambah, jangan hanya satu hari, agar lebih banyak ilmu yang kami dapatkan,” katanya.

Sementara Abraham, peserta yang lain, mengatakan, apa yang disampaikan Kevin membuatnya merasa di-refresh. “Pelatihan ini benar-benar bermanfaat,” tegasnya.

PT. Asahimas Flat Glass berdiri pada 1973. Perusahaan yang bergerak di bidang produksi kaca ini berkantor pusat di Jl. Ancol Barat, Jakarta Utara, dan memiliki tiga pabrik yang berlokasi di Jl. Ancol Barat dimana kantor pusat berada, serta di Siduardjo dan Cikampek. Pabrik di Ancol Barat mampu memproduksi berbagai jenis kaca hingga sebanyak 5.000 ton per hari, dengan karyawan mencapai 1.200 orang.

“Produk kami menguasai 60% pasar kaca domestik,” jelas Ario Gede S., manager sales domestik yang ikut serta dalam pelatihan QI Leadership.

Read More.. Read more...

Rabu, 26 Januari 2011

CoreAction Dukung Karyawan Charoen Phokpand Tingkatkan Communication Skill

Komunikasi sangat penting dalam berkarir maupun berbisnis, karena komunikasi yang baik menjamin karir dan bisnis berjalan dengan baik. Tak jarang, hubungan yang semula baik dengan relasi, menjadi buruk akibat cara berkomunikasi yang tidak tepat.

Memahami pentingnya dapat berkomunikasi dengan baik dan benar, PT. Charoen Phokphand (CP) Indonesia Tbk, perusahaan penghasil pakan ternak, day old chick, dan makanan olahan terbesar di Indonesia, memberikan kepercayaan kepada CoreAction Result Consulting untuk memberikan training kepada 68 karyawannya agar kemampuan berkomunikasi mereka meningkat signifikan dan menjadi karyawan-karyawan lebih andal di bidangnya, termasuk dalam hal berkomunikasi.

“Kita tak dapat memungkiri kalau memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, sangat lah penting. Karenanya, kami berharap setelah training, kemampuan berkomunikasi karyawan kami menjadi lebih baik lagi sehingga kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi, termasuk ketika mengirim email, dapat diminimalisir. Bila perlu menjadi 0 persen,” ungkap Human Capital PT. CP, Novi Hermansyah.

Pelatihan yang dikemas dalam paket New Peak Performance Camp (NPPC) ini dilaksanakan di Hotel Griya Astuti, Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada 21-23 Januari 2011. Materi disampaikan oleh dua trainer CoreAction Result Consulting, yakni Bapak Kevin Wu, SE, C.H, C.Ht dan Adi Putra Wijaya, SE, C.H, C,Ht.

Selama pelatihan diberikan, kedua trainer tersebut membangun suasana yang hangat dan menyenangkan dengan cara melontarkan guyonan-guyonan dan memberikan game-gema interaktif yang membangkitkan semangat, motivasi, dan partisipasi ke-68 karyawan yang bekerja di PT. CP Indonesia Tbk Regional Jakarta, Palembang, Lampung, Cikande, Makasar, Medan, dan Pontianak itu Bahkan karena suasana yang dibangun, setiap break selesai, para karyawan perseroan yang berdiri pada 1972 tersebut seolah tak sabar untuk melanjutkan training, sehingga meski waktu break selesai masih cukup lama, mereka sudah memasuki ruang, dan dengan sabar menunggu training dilanjutkan.

“Training ini luar biasa, dan berbeda dengan yang diselenggarakan perusahaan training lain. Gaya penyampaian Pak Adi yang nyeleneh, justru membuat kita jadi semakin ingin tahu apa saja yang akan dia sampaikan selanjutnya hingga training selesai,” ujar Lieky Widjaya, salah seorang karyawan PT. CP yang mengikuti training.

Menurut Adi, pada dasarnya berkomunikasi diawali dari kata-kata yang diucapkan, dimana kata-kata ini melahirkan perbuatan atau tindakan, dan keputusan yang dipengaruhi dua hal, yakni fikiran dan perasaan. Seringkali konflik terjadi di antara dua orang yang berkomunikasi, karena orang yang satu berkata-kata dengan menggunakan perasaan, dan yang satu lagi juga menggunakan perasaan. Konflik dapat diredam jika yang seorang menggunakan perasaan, maka yang seorang lagi menggunakan fikiran.

Adi mengajarkan peserta bagaimana caranya membedakan fikiran dan perasaan, dan penggunaannya dengan tepat. Trainer CoreAction Result Consulting ini juga menyarankan agar peserta menghindari penggunaan kata-kata yang bersifat ambigu atau kata-kata yang bermakna lebih dari satu, untuk menghindari salah faham, seperti kata bisa yang dapat berarti mampu, sanggup, bersedia, dan racun pada ular.

Selain itu, penulis buku 'Meta Leadership Marketing' ini juga menyarankan peserta untuk lebih mengenali siapa dirinya, siapa rekan kerjanya, dan siapa orang-orang di sekitarnya, dan meningkatkan kualitasnya berdasarkan jati dirinya itu, dan menghadapi orang lain berdasarkan jati diri orang tersebut.

Menurut dia, di antara karunia Tuhan yang maha luar biasa, manusia diberikan lima jenis bakat yang disingkat VAKOG. Yakni bakat di bidang penglihatan (visual), pendengaran (auditory), gerak (kinestetik), penciuman (olfactory) dan kemampuan untuk mengecap rasa (gustatory). Setiap bakat tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing. Orang dengan bakat visual misalnya, sangat memperhatikan penampilan, teliti terhadap detil, selalu rapi dan teratur, dan lebih senang menyampaikan sesuatu dalam bentuk atau disertai gambar dibanding hanya tulisan. Sedang orang dengan bakat auditory adalah orang yang cepat menyerap informasi berdasarkan apa yang dia dengar, dan sangat pandai berbicara dan bercerita, sehingga dia senang mengoceh, berdiskusi, dan memberikan penjelasan dengan panjang lebar.

Jika orang visual dan auditory bertemu dan keduanya tidak memahami jati dirinya sendiri atau jati diri lawan bicaranya, maka rawan terjadi konflik, karena orang dengan bakat visual menilai orang dengan nakat auditory bawel dan menjemukan, sementara orang dengan bakat auditory menilai orang dengan bakat visual adalah seorang pesolek dan lamban karena terlalu senang mematut diri dan terlalu detil dalam segala hal.

“Dengan memahami satu sama lain, komunikasi akan berjalan dengan enak, baik, dan lancar, karena sama-sama saling memahami,” imbuh Adi.

Masih banyak lagi materi yang disampaikan Adi dan Kevin selama training berlangsung. Dalam kuesioner yang ditulisnya, Eddy Sugianto, salah seorang peserta mengatakan, materi yang disampaikan kedua trainer CoreAction Result Consulting tersebut sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Read More.. Read more...

Senin, 17 Januari 2011

Kevin Wu Bantu Tingkatkan Performa SPG Rene Furterer

Setiap orang ingin sukses dalam banyak hal yang diingini, termasuk dalam berkarir, dan untuk itu dibutuhkan cara dan jalan yang tepat untuk mencapainya. Demi tekad tersebut, Senin (17/1/2011) pukul 09.00 di Jade Room Senayan Trade Centre (STC), Jakarta Pusat, sebanyak 35 karyawan SPG PT. Beautindo Prima mengikuti seminar motivasi dengan trainer tunggal Kevin Wu Result Consultant.

“Kami ingin karyawan kami dapat menjadi tenaga-tenaga sales yang handal dan dapat selalu mencapai target,” ujar Sales and Marketing Manager PT. Beutindo Prima, Agung Suhardi.

PT. Beutindo Prima merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran kosmetik merek Rene Funterer, produk kosmetik untuk treatment rambut buatan Paris yang dijual di outlet-outlet besar seperti Guardian dan Century, dan bersegmen kelas menengah atas. Produk ini merupakan pesaing kuat produk sejenis yang selama ini telah lebih dulu populer di masyarakat, seperti Wella, Makarizo, dan sebagainya.

Selama seminar yang hanya berlangsung hingga pukul 11.30, Kevin menekankan perlunya setiap karyawan memiliki mindset (pola fikir) yang benar agar apa yang diinginkan sesuai dengan apa yang dilakukan.

“Jika misalnya Anda ingin menjual 100 unit produk, tetapi Anda hanya menawarkan kepada 20 konsumen, itu mimpi. Jadi jika Anda ingin menjual 100, maka Anda harus menawarkan kepada 120 konsumen atau lebih,” tegas Kevin.

Managing director CoreAction Result Consulting ini menambahkan, dengan memiliki mindset yang benar, karyawan akan mendapatkan manfaat yang banyak, seperti terhindar dari kemungkinan menjadi seorang pemimpi, lebih realistis dalam menyikapi suatu keadaan, tidak mudah mengeluh dan memprotes, dan yang lebih penting lagi adalah terhindar dari kemungkinan menjadi pribadi yang negative thinking. Dan ini merupakan salah satu kunci mencapai sukses, termasuk sukses mencapai target yang ditetapkan perusahaan.

Kunci lainnya untuk sukses di antaranya adalah harus memiliki target yang jelas dan melakukan tindakan yang nyata dan tuntas.

“Jika Anda ingin mencapai sesuatu, tapi Anda tidak melakukan apapun, atau meskipun Anda melakukan sesuatu tapi tidak tuntas, jangan harap hasilnya akan seperti yang Anda inginkan. Bahkan bisa jadi, hingga beberapa tahun ke depan pun Anda akan begini-begini saja, tidak tumbuh dan tidak berkembang, sementara orang lain telah maju dan mencapai apa yang mereka inginkan,” katanya.

Meski durasi seminar cukup singkat, namun materi yang disampaikan Kevin kepada peserta seminar lumayan banyak dan penting. Di antara materi yang disampaikan tersebut bahkan ada yang membuat peserta mengerti, bahwa untuk sukses tak hanya dibutuhkan kerja keras dan kemauan, tapi juga ketelitian, sehingga sebelum melakukan sesuatu, disarankan untuk membaca apapun yang terkait dengan apa yang akan dilakukan tersebut.

“Banyak orang telah melakukan banyak hal, tapi pada akhirnya sadar bahwa yang dilakukannya itu salah semua. Ini terjadi karena dia tidak membaca dulu aturannya, akibat tidak teliti,” tegasnya.

Seperti biasa, selama menyampaikan materi, Kevin membangun suasana segar dan penuh tawa, karena penyampaian materi diselipi humor-humor dan game interaktif yang menyenangkan. Karena cairnya suasana, tak terasa pukul 11.30 telah tiba, dan seminar ditutup.

“Saya menyukai materi yang disampaikan, karena membuka mata saya dan membuat saya yakin jika kini saya melakukan sesuatu, saya akan berhasil. Takkan gagal lagi,” ujar seorang peserta dengan sumringah.

Read More.. Read more...
Related Posts with Thumbnails

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP